mentari menyinari rumahku siang ini, aku duduk dan kuukir puisi. Disetiap detik masih teringat sahabat yang lalu, terkadang ingin kuhapus memori itu karna kurasa buruk. hari menjadi seperti masa lalu yang mengukir bulan puasaku kali ini seperti rasa semangatku terkikis sedikit menghilang entah mengapa baru akan menyusul beberapa bulan lagi umurku sudah genap 18 tahun. sekarang oktober dan bulan november pada tanggal 19 itulah aku dilahirkan, dulu pada hari senin legi siang/pagi hari aku enggak tau yang pasti bukan pada malam hari.
Minggu setelah aku selesai makan kuambil lembaran ini kutorehkan kisahku hari ini.
Wah, kali ini jajan Q terlalu banyak kecanduan sosis sama es ludes dech jajan hampir 10.000. padahal udah aku target cuma 4000 eh kebablasan 9500. sambil lihat cagur ndik bajaj kumakan sosis + es hem yang terakhir kok gini rasanya. ups jadi rebutan semuanya dech. untungnya udah makan jadi yach bisa nahan.
Aku malam ini tidur -+09.30 dan saat itu kusempatkan baca buku biar bangun pikiran kita nggak kosong. walau sempat baca hanya beberapa lembar saja. sisa uangku 107.000.
Kemarin Malam
Waktu kini menjadi petang
kelam dipertengahan malam
aku berbisik di tengah kepekatan
adakah aku hilang disini
di penghujung jalan kesekian kalinya
kulihat sosok yang mengayuh sepeda
ia bawa payung hijau
tak pernah kulihat sosoknya
sebelum atau sesudahnya
sejak penglihatan ini tau waktu
dengan sepeda kukayuh hidup
sejenak sendiri disini
di antara para pengamen
Di dunia maya ini aku berkiprah
menghadapi nasib yang tak kunjung lelah