Selasa, 07 Desember 2010

menunggu hari pembalasan

kujalani hidupku pada hari ini
disaat mata dan lampu mengembang
menuju esok pagi yang cerah
melabui seluruh singgasana bumi pertiwi

sejak kapan manusia dilahirkan
hingga mendung pagi menghampirinya
kusurutkan mata menatap luar
kulihat mereka menatap disekelilingku

walau gelap menutupi senja
malam tak mampu menghiasi
redup dan sejuk hati
kini datang dan pergi

sendiri aku tanpa balas
tanpa tepiu yang menggerogoti
alangkah elok dan kembang merpati
hingga tak kulihat ia bersinar kembali

sejak semua manusia datang
mengotori semua ini
alangkah tak disangka kedatangannya
dalam perubahan yang sedemikian hingga

walau goresannya tak menutupi lumut
tak menghiasi pagar kayu ini
tidak menyentak letupan api
dan tak menggerakkan daun yang diam

Dia tetap abadi
menjalani hidup dengan caranya sendiri
membisikkan kebenaran di lesun balung kami
membaur semua sosok disekitarnya

05 oktober 2008